Jumat, 13 Februari 2009

BERIKAN SENYUMAN

Bagaimana mendalami kehidupan ini..? Jadilah yang terbaik baik semua orang, semua akan berjalan dengan indah. Seindah bila kita selalu tersenyum bila berjumpa dengan setiap orang dengan budaya:
1. Senyum
2. Sapa
3. Salam
Nah... dunia ini akan jadi indah.

Kamis, 12 Februari 2009

BILA HATI TAK BERPASRAH

HIDUP ADALAH PERJUANGAN....MAKA HARUS DINIKMATI DAN DICERMATI DENGAN BAIK-BAIK DAN TERENCANA.Tiada yang kekal abadi di dunia ini. "Urip kuwi mung saderma mampir ngombe" (Hidup itu hanya sekedar mampir minum). Sebaiknya kita berprinsip "Sepi ing pamrih, rame ing gawe" (Banyak kerja, tapi tidak punya pamrih).
Nikmatilah hidup, jangan nggresula, hati tidak pasrah dalam kerja atau melaksanakan tugas, tetapi sebaiknya bekerjalah dengan penuh dedikasi dan dengan semangat yang tinggi.

Senin, 27 Oktober 2008

RAFTING dan PALAXSA


Ketika menonton TV dalam acara "Jejak Petualangan" tentang Rafting, penulis jadi ingat akhir Juni 2008 yang lalu mendampingi PALAXSA SMA Xaverius 1 Palembang. Rafting atau "Arung Jeram" memang Olah Raga yang mengasyikkan bagi para pecinta alam, atau kegiatan yang membahayakan bagi kaum awam yang kurang/tidak mempunai bakat petualangan yang menantang. Alam memang indah bila dinikmati, asyik untuk disusuri, nikmat untuk dirasakan, sambil menikmati indahnya dan ganasnya alam ciptaan Tuhan.

Anggota Palaxsa waktu itu yang ikut boleh dikatakan Pemula dan baru satu kali akan mengikuti arung jeram/rafting ini. maka setelah mendapat pengarahan singkat dari instruktur Rafting dan sedikit melakukan peregangan atau pemanasan badan, mulailah memasuki perahu karet yang telah disediakan. Setelah latihan mendayung secara singkat (walau 
tidak bisa mendayung), maka perahu didayung diputaran tempat Start di Sungai Serayu, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. 
Kemudian dilatih simulasi kalau perahu terbalik dan bagaimana menyelamatkan diri dan membalik kembali perahu yang terbalik (Hehehe..bahasanya gimana Nih?). Entah sudah jelas atau belum anggota Palaxsa mengangguk-angguk tanda sudah mengerti. Tapi ketika perahu dibalikkan eeh banak yang gelagapan dan kalang kabut, bahkan ada yang panik karena tak bisa berenang (Hehehe...tak sadar, padahal pakai pelampung, tapi yang namanya panik, mana kepikiran?). Asyyik ketika perahu dikayuh melalui jeram-jeram, walau musim kemarau tapi justru batu-batu sungai bertonjolan menghalangi jalannya perahu karet. Bahkan perlu digoyang-goyang untuk melepaskan diri dari jebakan batu-batu tersebut. Turun dari arus jeram harus waspada, sebab salah posisi dan kayuhan perahu bisa 
terbalik dan batu-batu sungai atau karang tebing sungai siap menerima tubuh-tubuh kita. Arus sungai di jeram tidak mudah dilawan atau dikendalikan begitu saja dan jangan dibandingkan di air arus yang tenang.

Simulasi hanyutpun dicoba, dengan posisi kaki dimuka untuk menghindari benturan-benturan batu-batu di sungai. tapi tidaklah semudah teorinya, karena arus air sungai yang deras akan membalikkan posisi kita secara tiba-tiba dan kita harus waspada, karena kepala yang akan terbentur batu sungai. Apalagi tiba-tiba arus membawa tubuh kita tenggelam dan siap-siap saja meneguk segarnya air sungai hahaha.......!
Saat itu penulis mengalami, dan hidungpun tersedak air sungai sampai muka merah dan tersengal-sengal , sehingga penulis dikatakan takut dan kecapekan dalam simulasi menghanyutkan diri. Hahaha...siapa yang tidak akan 
tersedak dan muka jadi merah kalau hidung kemasukan air. Enjoy aja....terserah untuk yang melihat dan menilainya.

Asyiik, walaupun dalam kegiatan tersebut dibumbui ceritera yang menakutkan, yaitu para korban Arung Jeram yang hanyut atau hilang yang akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas.
Pengalaman yang mahal dan indah, karena tak dapat dibeli tetapi harus dilakukan dan dialami sendiri. Betapa asyik dan indahnya menyatu dengan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Kegiatan Rafting diantaranya.

Kegiatan Rafting/Arung Jeram ini memerlukan:
  • Kesehatan fisik
  • Kesiapan mental
  • Pengetahuan tentang mendayung
  • Pengetahuan tentang karakter arus atau jeram
  • Menikmati untuk bersatu dengan alam dengan segala keindahannya
  • Perahu karet yang standar
  • Perangkat keselamatan yang standar
  • dan sebagainya
Hayo siapa yang mau dan mau menikmatinya?
Walau orang Palembang ada yang mengatakan: " Kegiatan katek gawe...", tapi asyiiik kan!

Hidup Palaxsa...!
Salam Rimba...!

RBM. Sutartomo
(Pak Tom)

Rabu, 08 Oktober 2008

IDE pembentukan PALAXSA


SMA Xaverius 1 Palembang awalnya tidak mempunyai kegiatan Ekstrakurikuler sebanyak seperti sekarang ini. Pecinta Alam embrionya dari Ekskul Pramuka dan PMR (Palang Merah Remaja), sebab kedua Ekskul ini selain memberikan materi sesuai dengan dasar dan tujuan kegiatannya, juga memasukkan unsur mencintai alam, dengan pelatihan tali temali untuk 
kegiatan pecinta alam, seperti: merayap dan meluncur tali, menyeberangi rawa-rawa, naik bukit atau gunung, dan sebagainya. Bahkan memasukkan unsur Science dengan mengadakan kegiatan Perkemahan Ganesha untuk penelitian baik bidang IPA maupun IPS. Setelah muncul Ekskul KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) juga kami rangkul kelompok ini untuk ikut dalam kegiatan Perkemahan Ganesha tersebut.

Ketika Bapak Alex Prabu mengutarakan idenya untuk mendirikan Ekskul pada saya, maka sayapun setuju saja dan minta pada pak Alex untuk mengusulkan kepada Bapak Kepala Sekolah waktu itu Bapak AK. Kinardi (Alm.) , beliau sangat demokratis dan menyetujui ide tersebut asal dikelola dengan sungguh-sungguh. Pak Alex kemudian mengajak saya dan guru-guru lain diantaranya Bapak Kasdi Haryanta, Bavo Manon Nugroho dan Bapak Grahito untuk membina Ekskul Pencinta Alam yang baru ini.
Dari sinilah akhirnya muncul Ekskul Pecinta Alam dengan nama "Palaxsa" = Pecinta Alam Xaverius Satu (tahun 1991).

Setelah menjalani berbagai pengetahuan tentang pecinta alam, maka kelompok pertama Palaxsa ini mengadakan orientasi ke Gunung Kaba, Curup, Bengkulu dengan anggota lebih dari 40 siswa-siswi. Waktu itu Gunung Kaba tidak seperti sekarang ini yang mobil-pun bisa naik sampai puncak.
Kawah mati ada di bawah dari kawah baru yang ter bentuk di atasnya yang berupa letupan-letupan yang membentuk beberapa kerucut. Selama perjalanan naik dan turun Gunung Kaba juga dijelaskan dan ditunjukkan tentang orientasi alam, misalnya mengenal tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan atau diminum pada waktu survival.

Selain itu juga mengadakan kegiatan Lintas Alam untuk mengetahui medan dan bagaimana cara mengatasinya, entah itu di medan rawa-rawa, sungai, tebing, hutan dan sebagainya. Hal ini dilakukan selain sebagai pecinta alam, juga untuk mengikuti Lomba-lomba Lintas Alam yang diselenggarakan oleh Kelompok/ group-group Pecinta Alam.

Pada masa Kepimpinan Bapak Bavo Manon Nugroho saya diminta untuk mendampingi Orientasi di Daerah Perkebunan karet Musi Landas atau Melania ke arah jalan menuju Jambi. Orientasi kegiatan ini untuk pengenalan lintas alam pada malam hari dengan mengikuti medan yang diberikan tantangan-tantangan alam. Dalam perkemahan ini kami diserbu nyamuk-nyamuk yang kebal obat nyamuk, sebab justru nyamuk-nyamuk malah bertengger/hinggap di dekat obat nyamuk bakar, bahkan obat nyamuk oles-pun tidak mempan. Kebetulan saya ditempatkan menjaga pos di tepi rawa ditengah-tengah rerimbunan alang-alang yang tinggi. " Penyiksaan..." nih..... Bayangkan selain nyamuk-nyamuk, juga diwaspadai ular-ular yang lewat tanpa permisi... Hahaha....

Wah....sekian dulu deh ceritanya. Lain kali disambung lagi.
Ini sebagian dari pengalaman saya dalam mengikuti kegiatan Palaxsa.

RBM. Sutartomo
Palembang, 9 Okt 08

Kamis, 07 Agustus 2008


Hormat ....Grak..!
Penjaga Gua Semar , Telaga Warna , Peg. Dieng, Jawa Tengah.

penjaga


Eyang penjaga gua di kompleks Telaga Warna Dieng ini mengajak berpose..
Di sini tempat Bung Karno Sang Proklamator sering bermeditasi...
Gua Semar...

indahnya bunga..
apabila dirawat dan dipelihara dengan baik..
cinta kadang dikatakan dengan bunga..
istilah "bunga" umumnya berkonotasi hal-hal yang baik..
Bunga....
membuat suasana jadi damai..
semerbak...
Bunga...
dapat membuat suasana jadi indah dan menarik....
Bunga oh bungaku...