Kamis, 07 Agustus 2008
penjaga
wisata guru & Karyawan SMA Xaverius 1 Palembang
Tahun Pelajaran 2006/2007 Para Guru dan Karyawan SMA Xaverius 1 Palembang mengadakan Wisata Rohani ke Jakarta - Bandung - Yogyakarta. 26 Desember 2006 s.d. 2 Januari 2007.

Berangkat dari Palembang tanggal 26 Desember 2006 dengan pesawat Garuda di Bandara Sultan Mahmud
Badaruddion II Pukul 07.00 WIB. Setibanya di Jakarta kami langsung disambut 2 bus Pariwisata menuju ke Pabrik Pengolahan Teh Botol Sosro di daerah Cibitung, disana kami diberi penjelasan tentang teknik pengolahan dan produksi teh tersebut di dalam ruangan Audio Visual dan dilanjutkan meninjau tempat daur ulang limbah pabrik.

Dari Pabrik teh Sosro kami langsung menuju ke Taman Inpian Jaya Ancol, tepatnya untuk berekreasi di Dunia Fantasi (DUFAN). Semua mendapatkan karcis terusan, sehingga dapat menikmati semua wahana yang mereka sukai dengan sepuas-puasnya. Walau ada beberapa Bapak atau Ibu Guru dan Karyawan yang sama sekali tidak menikmati wahana tersebut dan hanya mengelilingi kompleks DUFAN. Tapi mayoritas mereka puas dengan rekreasi di tempat tersebut.
Perjalanan dilanjutkan ke Kota Bandung langsung menuju ke Rumah Retret Gunung Karmel Lembang. Di tempat ini kami mendapatkan "Siraman Rohani" oleh seorang Pastor dari Bandung yang membawakan dengan menarik sekali, sehingga Bapak Ibu ( Kami ) ingin mengulangi kesempatan itu kembali di lain waktu. Hati dan batin kami menjadi Fresh, setelah 1 tahun bergelut dalam dunia kerja. Setelah menikmati berbagai wisata di Bandung dengan tempat belanjaannya kami berangkat menuju ke Jogyakarta. 
obyek-obyek wisata yang kami kunjungi:
1. Candi Borobudur
2. Malioboro
3. Sendangsono
4. Parang Tritis Beach
5. Kali Adem ( Desa Mbah Maridjan )
6. Gereja Ganjuran (sekaligus Bakti Sosial akibat Gempa Bumi)
7. Sayang..Kraton Ngayodjokarto Hadiningrat baru tertutup untuk umum, maka terpaksa harus puas berpuasa diri dengan berpose di depan Kraton.
Apa boleh buat, wisata rohani telah berakhir, maka kami harus pulang ke Palembang tanggal 2 Januari 2007 untuk memulai tugas-tugas mulia kami kembali.
RBM. Sutartomo
Palembang
Merenung
Aku dimana..
Indahnya KaryaMU Tuhan..
Rabu, 06 Agustus 2008
Puncak Lawu bersama PALAXSA

Setelah sarapan, perjalanan diteruskan dan sampai pos ke tiga belum ada masalah walau harus berjalan di sisi tebing dan jurang. Siang sudah menjelang diantara napas dan keringat perjalanan berlanjut dengan pelan. route ke pos empat mulai berliku-liku atau ngetrek (menanjak) kalau mau ambil jalan pintas.
Di pos empat yang sering disebut Pasar Bubar, istirahat dan disitu tanda tempat dimakamkan beberapa para pendaki yang meninggal di gunung Lawu. Di tempat ini pemandangan cukup indah untuk diabadikan.
Akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju pos lima, agak enak routenya, tetapi begitu menuju ke puncak Hargo Dumiling atau tiang Trianggulasi, jalan sangat ngetrek (menanjak curam) . hampir semua ngos-ngosan untuk route ini, terlebih Tanti, Leni, Monik , ditemani Seto dan disemangati Pak Tom dan pak Eka yang begitu berat menapaki route ini setapak demi setapak dilalui dengan
Akhirnya semua rombongan berhasil sampai puncak tertinggi Gunung Lawu, berpose menjelang Sunset tiba sambil menikmati Mie Instan yang disuguhkan team konsumsi hehehe...
Karena cuaca mulai gelap, kami turun dengan route lain menuju route ke Cemoro Sewu. jalan curam dituruni dengan hati-hati. Lampu senter mulai berkurang, maka samil bertatih-tatih sampailah kami di mata air Kyai...(?) dan disinilah kami beristirahat dicerukan tebing sambil mempersiapkan makan malam. Tapi saya tidak punya selera sama sekali untuk makan, kebetulan ada kakek2 penjual minuman , maka saya pesan kopi susu dan cappucino 2 porsi gelas. Lumayan untuk pemanas badan dan ganjal perut. Angin dingin menyusup ke sela-sela tubuh brrrr dingin sekali..Kami tidur berdesakan dalam cerukan tersebut. Entah enak atau tidak yang dinikmati untuk istirahat tidur, walau sering tertimpa anggota badan dari siapa saja yang ada didekatnya.
Menjelang pagi pak Eka bangun untuk mengabadikan Sunrice disusul Budi dan lainnya, tapi kebanyakan masih banyak anggota yang tetap memilih mendekam dalam cerukan karena udara yang dingin terus menghantam. hiiiyyy...dingiin...
Setelah selesai sarapan (kembul bujana) lumayan untuk isi perut, karena dari kemarin siang cuma mie instan saja untuk rame-rame, maka perjalanan turun dilanjutkan. Sambil terus memberi semangat, perjalanan turun tanpa ada kendala, kecuali kelelahan yang amat sangat.
Lapaaar...itu mungkin seruan semua perut anggota rombongan. Hahaha......
Sambil menunggu mobil yang sudah dipesan untuk menjemput di Cemoro Sewu, kami semua istirahat sambil bersih-bersih diri di toilet masjid. Akhirnya mobil datang juga untuk membawa kami ke Tawangmangu dan disana kami makan bersama di warung makan. Lahaap nian....!
Yeeeaaah....sore hari kami baru turun dari Tawangmangu menuju ke kota solo dengan menumpang bus terakhir. diperjalanan anggota sempat mencoba mengamen di Bus dan Cecil yang bertugas meminta uang dari para penumpang. (Dapat berapa Cecil?)
Dari Solo kami pindah bus menuju ke Yogyakarta, tapi saya turun di Kartosuro untuk istirahat dan mampir ke rumah dan kampung halaman yang tercinta.
Terima kasih Tuhan!
RBM. Sutartomo (Pak Tom)
SAMAPALA, SENTRAYA BHUANA dan PALAXSA-ku
1. SAMAPALA
Ketika itu anganku meronta meminta untuk menjamah dan mencintai rahasia alam.. oleh dukungan keluargaku dan pastor paroki, kucoba membentuk SAMAPALA ( Santa Maria Pecinta Alam). Tanpa ada Pengurus, kami melakukan kegiatan, antara lain:- Climbing: Gunung Merapi, Merbabu,Lawu.
- Hikking : Menyusuri route gerilya Jendral Sudirman dari Kota Gede sampai Cawas melewati Gunung Kidul, Ziarah ke Sendangsono dari Selo, Boyolali menyusuri sela-sela Guanung Merapi dan Merbabu.
- Dsb.
2. SENTRAYA BHUANA
Menginjak bangku kuliah, kembali jiwaku meronta, karena bau alam membuatku rindu pada gunung, hutan, dsb. dalam kesibukan kuliahku. Maka muncullah ide membentuk Mapala di Kampus UNS fakultas kami Sastra Budaya. terbentuklah SENTRAYA BHUANA UNS, DENGAN KETUA-nya : Mas Ilyas Salman dari Jurusan sejarah (adik tingkat saya). SENTRAYA ( MESEN SASTRA BUDAYA) , karena kami kuliah di daerah Mesen dan Fakultas Sastra Budaya.
Ternyata Sentraya Bhuana (SB) sampai sekarang masih hidup, maju dan berkembang dengan segala kegiatan atau kiprahnya. Bahkan mau membuat sebuah buku tentang Mapala tersebut (SB) dalam Ulang Tahunnya yang ke berapa, saya lupa atau tidak tahu...!(HUT ke 30)
3. PALAXSA
Akhirnya tiba saatnya saya memasuki dunia kerja, setelah Jenuh berkelana dari satu daerah ke daerah yang lain, saya berlabuh di SMA Xaverius 1 Palembang. Sebelumnya kami membina Ekstrakurikuler Pramuka dan PMR yang kami bina dengan memasukkan unsur "pecinta alam".
Ketika ada seorang guru berminat mendirikan Groups Pecinta Alam dan meminta dukungan, maka langsung saya mendukung dan akhirnya disetujui oleh Kepala Sekolah sebagai salah satu kegiatan Ekstrakurikuler. Maka terbentuklah PALAXSA (Pecinta Alam SMA Xaverius 1).
Sebagai orientasi pertama bagi para anggota Palaxsa adalah kegiatan pendakian ke Gunung Kaba, Curup, Bengkulu.
Sebagai Pembina Pembina Utama PALAXSA dari tahun ke tahun adalah:
1. Bp. Drs. Alex Prabu
2. Drs. Manon Nugroho
3. Drs. P.Y. Eka Ristyana (sampai sekarang)
Kiprah Palaxsa dapat dibuka di Friendster PALAXSA.
Selamat berkarya dan berjuang!
Viva Xaverian,
Keep the Spirit High.
Salam,
Pak Tom
(RBM. Sutartomo)

