Senin, 27 Oktober 2008

RAFTING dan PALAXSA


Ketika menonton TV dalam acara "Jejak Petualangan" tentang Rafting, penulis jadi ingat akhir Juni 2008 yang lalu mendampingi PALAXSA SMA Xaverius 1 Palembang. Rafting atau "Arung Jeram" memang Olah Raga yang mengasyikkan bagi para pecinta alam, atau kegiatan yang membahayakan bagi kaum awam yang kurang/tidak mempunai bakat petualangan yang menantang. Alam memang indah bila dinikmati, asyik untuk disusuri, nikmat untuk dirasakan, sambil menikmati indahnya dan ganasnya alam ciptaan Tuhan.

Anggota Palaxsa waktu itu yang ikut boleh dikatakan Pemula dan baru satu kali akan mengikuti arung jeram/rafting ini. maka setelah mendapat pengarahan singkat dari instruktur Rafting dan sedikit melakukan peregangan atau pemanasan badan, mulailah memasuki perahu karet yang telah disediakan. Setelah latihan mendayung secara singkat (walau 
tidak bisa mendayung), maka perahu didayung diputaran tempat Start di Sungai Serayu, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. 
Kemudian dilatih simulasi kalau perahu terbalik dan bagaimana menyelamatkan diri dan membalik kembali perahu yang terbalik (Hehehe..bahasanya gimana Nih?). Entah sudah jelas atau belum anggota Palaxsa mengangguk-angguk tanda sudah mengerti. Tapi ketika perahu dibalikkan eeh banak yang gelagapan dan kalang kabut, bahkan ada yang panik karena tak bisa berenang (Hehehe...tak sadar, padahal pakai pelampung, tapi yang namanya panik, mana kepikiran?). Asyyik ketika perahu dikayuh melalui jeram-jeram, walau musim kemarau tapi justru batu-batu sungai bertonjolan menghalangi jalannya perahu karet. Bahkan perlu digoyang-goyang untuk melepaskan diri dari jebakan batu-batu tersebut. Turun dari arus jeram harus waspada, sebab salah posisi dan kayuhan perahu bisa 
terbalik dan batu-batu sungai atau karang tebing sungai siap menerima tubuh-tubuh kita. Arus sungai di jeram tidak mudah dilawan atau dikendalikan begitu saja dan jangan dibandingkan di air arus yang tenang.

Simulasi hanyutpun dicoba, dengan posisi kaki dimuka untuk menghindari benturan-benturan batu-batu di sungai. tapi tidaklah semudah teorinya, karena arus air sungai yang deras akan membalikkan posisi kita secara tiba-tiba dan kita harus waspada, karena kepala yang akan terbentur batu sungai. Apalagi tiba-tiba arus membawa tubuh kita tenggelam dan siap-siap saja meneguk segarnya air sungai hahaha.......!
Saat itu penulis mengalami, dan hidungpun tersedak air sungai sampai muka merah dan tersengal-sengal , sehingga penulis dikatakan takut dan kecapekan dalam simulasi menghanyutkan diri. Hahaha...siapa yang tidak akan 
tersedak dan muka jadi merah kalau hidung kemasukan air. Enjoy aja....terserah untuk yang melihat dan menilainya.

Asyiik, walaupun dalam kegiatan tersebut dibumbui ceritera yang menakutkan, yaitu para korban Arung Jeram yang hanyut atau hilang yang akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas.
Pengalaman yang mahal dan indah, karena tak dapat dibeli tetapi harus dilakukan dan dialami sendiri. Betapa asyik dan indahnya menyatu dengan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Kegiatan Rafting diantaranya.

Kegiatan Rafting/Arung Jeram ini memerlukan:
  • Kesehatan fisik
  • Kesiapan mental
  • Pengetahuan tentang mendayung
  • Pengetahuan tentang karakter arus atau jeram
  • Menikmati untuk bersatu dengan alam dengan segala keindahannya
  • Perahu karet yang standar
  • Perangkat keselamatan yang standar
  • dan sebagainya
Hayo siapa yang mau dan mau menikmatinya?
Walau orang Palembang ada yang mengatakan: " Kegiatan katek gawe...", tapi asyiiik kan!

Hidup Palaxsa...!
Salam Rimba...!

RBM. Sutartomo
(Pak Tom)

Rabu, 08 Oktober 2008

IDE pembentukan PALAXSA


SMA Xaverius 1 Palembang awalnya tidak mempunyai kegiatan Ekstrakurikuler sebanyak seperti sekarang ini. Pecinta Alam embrionya dari Ekskul Pramuka dan PMR (Palang Merah Remaja), sebab kedua Ekskul ini selain memberikan materi sesuai dengan dasar dan tujuan kegiatannya, juga memasukkan unsur mencintai alam, dengan pelatihan tali temali untuk 
kegiatan pecinta alam, seperti: merayap dan meluncur tali, menyeberangi rawa-rawa, naik bukit atau gunung, dan sebagainya. Bahkan memasukkan unsur Science dengan mengadakan kegiatan Perkemahan Ganesha untuk penelitian baik bidang IPA maupun IPS. Setelah muncul Ekskul KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) juga kami rangkul kelompok ini untuk ikut dalam kegiatan Perkemahan Ganesha tersebut.

Ketika Bapak Alex Prabu mengutarakan idenya untuk mendirikan Ekskul pada saya, maka sayapun setuju saja dan minta pada pak Alex untuk mengusulkan kepada Bapak Kepala Sekolah waktu itu Bapak AK. Kinardi (Alm.) , beliau sangat demokratis dan menyetujui ide tersebut asal dikelola dengan sungguh-sungguh. Pak Alex kemudian mengajak saya dan guru-guru lain diantaranya Bapak Kasdi Haryanta, Bavo Manon Nugroho dan Bapak Grahito untuk membina Ekskul Pencinta Alam yang baru ini.
Dari sinilah akhirnya muncul Ekskul Pecinta Alam dengan nama "Palaxsa" = Pecinta Alam Xaverius Satu (tahun 1991).

Setelah menjalani berbagai pengetahuan tentang pecinta alam, maka kelompok pertama Palaxsa ini mengadakan orientasi ke Gunung Kaba, Curup, Bengkulu dengan anggota lebih dari 40 siswa-siswi. Waktu itu Gunung Kaba tidak seperti sekarang ini yang mobil-pun bisa naik sampai puncak.
Kawah mati ada di bawah dari kawah baru yang ter bentuk di atasnya yang berupa letupan-letupan yang membentuk beberapa kerucut. Selama perjalanan naik dan turun Gunung Kaba juga dijelaskan dan ditunjukkan tentang orientasi alam, misalnya mengenal tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan atau diminum pada waktu survival.

Selain itu juga mengadakan kegiatan Lintas Alam untuk mengetahui medan dan bagaimana cara mengatasinya, entah itu di medan rawa-rawa, sungai, tebing, hutan dan sebagainya. Hal ini dilakukan selain sebagai pecinta alam, juga untuk mengikuti Lomba-lomba Lintas Alam yang diselenggarakan oleh Kelompok/ group-group Pecinta Alam.

Pada masa Kepimpinan Bapak Bavo Manon Nugroho saya diminta untuk mendampingi Orientasi di Daerah Perkebunan karet Musi Landas atau Melania ke arah jalan menuju Jambi. Orientasi kegiatan ini untuk pengenalan lintas alam pada malam hari dengan mengikuti medan yang diberikan tantangan-tantangan alam. Dalam perkemahan ini kami diserbu nyamuk-nyamuk yang kebal obat nyamuk, sebab justru nyamuk-nyamuk malah bertengger/hinggap di dekat obat nyamuk bakar, bahkan obat nyamuk oles-pun tidak mempan. Kebetulan saya ditempatkan menjaga pos di tepi rawa ditengah-tengah rerimbunan alang-alang yang tinggi. " Penyiksaan..." nih..... Bayangkan selain nyamuk-nyamuk, juga diwaspadai ular-ular yang lewat tanpa permisi... Hahaha....

Wah....sekian dulu deh ceritanya. Lain kali disambung lagi.
Ini sebagian dari pengalaman saya dalam mengikuti kegiatan Palaxsa.

RBM. Sutartomo
Palembang, 9 Okt 08

Kamis, 07 Agustus 2008


Hormat ....Grak..!
Penjaga Gua Semar , Telaga Warna , Peg. Dieng, Jawa Tengah.

penjaga


Eyang penjaga gua di kompleks Telaga Warna Dieng ini mengajak berpose..
Di sini tempat Bung Karno Sang Proklamator sering bermeditasi...
Gua Semar...

indahnya bunga..
apabila dirawat dan dipelihara dengan baik..
cinta kadang dikatakan dengan bunga..
istilah "bunga" umumnya berkonotasi hal-hal yang baik..
Bunga....
membuat suasana jadi damai..
semerbak...
Bunga...
dapat membuat suasana jadi indah dan menarik....
Bunga oh bungaku...

wisata guru & Karyawan SMA Xaverius 1 Palembang

Tahun Pelajaran 2006/2007 Para Guru dan Karyawan SMA Xaverius 1 Palembang mengadakan Wisata Rohani ke Jakarta - Bandung - Yogyakarta. 26 Desember 2006 s.d. 2 Januari 2007.





Berangkat dari Palembang tanggal 26 Desember 2006 dengan pesawat Garuda di Bandara Sultan Mahmud Badaruddion II Pukul 07.00 WIB. Setibanya di Jakarta kami langsung disambut 2 bus Pariwisata menuju ke Pabrik Pengolahan Teh Botol Sosro di daerah Cibitung, disana kami diberi penjelasan tentang teknik pengolahan dan produksi teh tersebut di dalam ruangan Audio Visual dan dilanjutkan meninjau tempat daur ulang limbah pabrik.





Dari Pabrik teh Sosro kami langsung menuju ke Taman Inpian Jaya Ancol, tepatnya untuk berekreasi di Dunia Fantasi (DUFAN). Semua mendapatkan karcis terusan, sehingga dapat menikmati semua wahana yang mereka sukai dengan sepuas-puasnya. Walau ada beberapa Bapak atau Ibu Guru dan Karyawan yang sama sekali tidak menikmati wahana tersebut dan hanya mengelilingi kompleks DUFAN. Tapi mayoritas mereka puas dengan rekreasi di tempat tersebut.





Perjalanan dilanjutkan ke Kota Bandung langsung menuju ke Rumah Retret Gunung Karmel Lembang. Di tempat ini kami mendapatkan "Siraman Rohani" oleh seorang Pastor dari Bandung yang membawakan dengan menarik sekali, sehingga Bapak Ibu ( Kami ) ingin mengulangi kesempatan itu kembali di lain waktu. Hati dan batin kami menjadi Fresh, setelah 1 tahun bergelut dalam dunia kerja. Setelah menikmati berbagai wisata di Bandung dengan tempat belanjaannya kami berangkat menuju ke Jogyakarta.

obyek-obyek wisata yang kami kunjungi:

1. Candi Borobudur

2. Malioboro

3. Sendangsono

4. Parang Tritis Beach

5. Kali Adem ( Desa Mbah Maridjan )

6. Gereja Ganjuran (sekaligus Bakti Sosial akibat Gempa Bumi)

7. Sayang..Kraton Ngayodjokarto Hadiningrat baru tertutup untuk umum, maka terpaksa harus puas berpuasa diri dengan berpose di depan Kraton.

Apa boleh buat, wisata rohani telah berakhir, maka kami harus pulang ke Palembang tanggal 2 Januari 2007 untuk memulai tugas-tugas mulia kami kembali.

RBM. Sutartomo

Palembang

Merenung



Aku dimana..
Pagi yang beku, dingin menyengat menyusup ke tulang-tulang sumsum..
aku hanya Debu di alam ini tanpa daya
bukan apa-apa
bagaimana aku harus berbuat?
berpasrah pada Tuhan
dalam tugas yang diembankan padaku
menikmati titah alamMU yang mempesona di kala dalam kejenuhan..
segarnya udara pegunungan dapat menyejukkan hatiku yang gundah...
damai dan tenang memberi kebahagiaan..
aku, di puncak gunung Lawu..
akhir Juni 2008
RBM. Sutartomo
PALAXSA

Indahnya KaryaMU Tuhan..


SUNRICE..
adalah lukisan alam yang maha indah..
kaya warna yang menakjubkan..
ketika Sang Bayu menampakkan diri
pelan tapi pasti membentuk pesona..
bagai kanvas alam yang indah..
Biru...Orange...merah..kuning...hitam...putih..
bebaur dalam paduan komposisi warna..
Puncak Lawu, Akhir Juni 2008
PALAXSA
Pak Tom
(RBM. Sutartomo)

Rabu, 06 Agustus 2008

Puncak Lawu bersama PALAXSA



Ketika kumenatap awan di bawah depanku di ketinggiaan puncak Gunung Lawu, Jawa Tengah, terasa diriku sangat kecil dan kecil sekali.

Aku tidak lebih besar dari debu di alam jagad raya ini........


Tanggal 29 Juni 2008 Anggota Palaxsa berangkat dari yogya menuju ke Tawangmangu untuk mendaki Gunung Lawu yang terdiri dari:

1. Pembina Palaxsa: Pak Eka Ris yang didampingi oleh Pak Tom.

2. Anggota Palaxsa: Budi, Theo,Seto, Cecil, Monik,Leni,Tanti.

3. Pendamping dari Mapasadha: Kak Pecek, Kak Lastro, Kak Wi, Kak Sempal.

ikut serta Kak Muji yang kami temui saat naik bus dari Yogya menuju Solo.


Setelah mengisi amunisi perut di Tawangmangu, kami menuju ke CemoroKandang sebagai awal pendakian ke puncak Gunung Lawu.

Pukul 22.00 kami mulai mengawali perjalanan mendaki Gunung Lawu dengan disertai hawa dingin yang menusuk walau kami sudah memakai pakaian penghangat. Awal perjalanan yang melelahkan dirasakan, tetapi harus dilaksanakan...menapak kaki diketerjalan jalan dengan napas memburu...Menembus kegelapan malam dengan lampu senter...Pos pertama telah dilalui....berpose....suasana masih ceria.....

Ketika sampai Pos ke dua....disepakati untuk istirahat dan mendirikan tenda....setelah makan semua terlelap tidur... Menjelang subuh Pak Eka bangun dan disusul pak Tom...sementara lainnya masih terlelap... Pak Eka banyak mengabadikan pagi yang cerah itu dengan cameranya, sementara pak Tom jalan-jalan dalam hawa dingin yang masih menusuk tulang sumsum.

Setelah sarapan, perjalanan diteruskan dan sampai pos ke tiga belum ada masalah walau harus berjalan di sisi tebing dan jurang. Siang sudah menjelang diantara napas dan keringat perjalanan berlanjut dengan pelan. route ke pos empat mulai berliku-liku atau ngetrek (menanjak) kalau mau ambil jalan pintas.

Di pos empat yang sering disebut Pasar Bubar, istirahat dan disitu tanda tempat dimakamkan beberapa para pendaki yang meninggal di gunung Lawu. Di tempat ini pemandangan cukup indah untuk diabadikan.

Akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju pos lima, agak enak routenya, tetapi begitu menuju ke puncak Hargo Dumiling atau tiang Trianggulasi, jalan sangat ngetrek (menanjak curam) . hampir semua ngos-ngosan untuk route ini, terlebih Tanti, Leni, Monik , ditemani Seto dan disemangati Pak Tom dan pak Eka yang begitu berat menapaki route ini setapak demi setapak dilalui dengan 
pelan tapi pasti. Hehehe.....
Akhirnya semua rombongan berhasil sampai puncak tertinggi Gunung Lawu, berpose menjelang Sunset tiba sambil menikmati Mie Instan yang disuguhkan team konsumsi hehehe...

Karena cuaca mulai gelap, kami turun dengan route lain menuju route ke Cemoro Sewu.  jalan curam dituruni dengan hati-hati. Lampu senter mulai berkurang, maka samil bertatih-tatih sampailah kami di mata air Kyai...(?) dan disinilah kami beristirahat dicerukan tebing sambil mempersiapkan makan malam. Tapi saya tidak punya selera sama sekali untuk makan, kebetulan ada kakek2 penjual minuman , maka saya pesan kopi susu dan cappucino 2 porsi gelas. Lumayan untuk pemanas badan dan ganjal perut. Angin dingin menyusup ke sela-sela tubuh brrrr dingin sekali..Kami tidur berdesakan dalam cerukan tersebut.  Entah enak atau tidak yang dinikmati untuk istirahat tidur, walau sering tertimpa anggota badan dari siapa saja yang ada didekatnya.

Menjelang pagi pak Eka bangun untuk mengabadikan Sunrice disusul Budi dan lainnya, tapi kebanyakan masih banyak anggota yang tetap memilih mendekam dalam cerukan karena udara yang dingin terus menghantam. hiiiyyy...dingiin...

Setelah selesai sarapan (kembul bujana) lumayan untuk isi perut, karena dari kemarin siang cuma mie instan saja untuk rame-rame, maka perjalanan turun dilanjutkan. Sambil terus memberi semangat, perjalanan turun tanpa ada kendala, kecuali kelelahan yang amat sangat.
Lapaaar...itu mungkin seruan semua perut anggota rombongan. Hahaha......

Sambil menunggu mobil yang sudah dipesan untuk menjemput di Cemoro Sewu, kami semua istirahat sambil bersih-bersih diri di toilet masjid. Akhirnya mobil datang juga untuk membawa kami ke Tawangmangu dan disana kami makan bersama di warung makan. Lahaap nian....!
Yeeeaaah....sore hari kami baru turun dari Tawangmangu menuju ke kota solo dengan menumpang bus terakhir. diperjalanan anggota sempat mencoba mengamen di Bus dan Cecil yang bertugas meminta uang dari para penumpang. (Dapat berapa Cecil?)

Dari Solo kami pindah bus menuju ke Yogyakarta, tapi saya turun di Kartosuro untuk istirahat dan mampir ke rumah dan kampung halaman yang tercinta.

Terima kasih Tuhan!
 
RBM. Sutartomo (Pak Tom)

SAMAPALA, SENTRAYA BHUANA dan PALAXSA-ku


Perjalanan waktu kian meniti....Entah apa yang terpikir dalam benakku, kenapa aku sangat mencintai Alam. Bagiku alam adalah indah dan mempesona. Alam memberikan aku ketenangan...Alam membuat hidupku bergairah...Alam sangat menenteramkan hatiku...


1. SAMAPALA

Ketika itu anganku meronta meminta untuk menjamah dan mencintai rahasia alam.. oleh dukungan keluargaku dan pastor paroki, kucoba membentuk SAMAPALA ( Santa Maria Pecinta Alam). Tanpa ada Pengurus, kami melakukan kegiatan, antara lain:


  • Climbing: Gunung Merapi, Merbabu,Lawu.

  • Hikking : Menyusuri route gerilya Jendral Sudirman dari Kota Gede sampai Cawas melewati Gunung Kidul, Ziarah ke Sendangsono dari Selo, Boyolali menyusuri sela-sela Guanung Merapi dan Merbabu.

  • Dsb.

2. SENTRAYA BHUANA


Menginjak bangku kuliah, kembali jiwaku meronta, karena bau alam membuatku rindu pada gunung, hutan, dsb. dalam kesibukan kuliahku. Maka muncullah ide membentuk Mapala di Kampus UNS fakultas kami Sastra Budaya. terbentuklah SENTRAYA BHUANA UNS, DENGAN KETUA-nya : Mas Ilyas Salman dari Jurusan sejarah (adik tingkat saya). SENTRAYA ( MESEN SASTRA BUDAYA) , karena kami kuliah di daerah Mesen dan Fakultas Sastra Budaya.


Ternyata Sentraya Bhuana (SB) sampai sekarang masih hidup, maju dan berkembang dengan segala kegiatan atau kiprahnya. Bahkan mau membuat sebuah buku tentang Mapala tersebut (SB) dalam Ulang Tahunnya yang ke berapa, saya lupa atau tidak tahu...!(HUT ke 30)


3. PALAXSA


Akhirnya tiba saatnya saya memasuki dunia kerja, setelah Jenuh berkelana dari satu daerah ke daerah yang lain, saya berlabuh di SMA Xaverius 1 Palembang. Sebelumnya kami membina Ekstrakurikuler Pramuka dan PMR yang kami bina dengan memasukkan unsur "pecinta alam".


Ketika ada seorang guru berminat mendirikan Groups Pecinta Alam dan meminta dukungan, maka langsung saya mendukung dan akhirnya disetujui oleh Kepala Sekolah sebagai salah satu kegiatan Ekstrakurikuler. Maka terbentuklah PALAXSA (Pecinta Alam SMA Xaverius 1).


Sebagai orientasi pertama bagi para anggota Palaxsa adalah kegiatan pendakian ke Gunung Kaba, Curup, Bengkulu.


Sebagai Pembina Pembina Utama PALAXSA dari tahun ke tahun adalah:


1. Bp. Drs. Alex Prabu


2. Drs. Manon Nugroho


3. Drs. P.Y. Eka Ristyana (sampai sekarang)


Kiprah Palaxsa dapat dibuka di Friendster PALAXSA.


Selamat berkarya dan berjuang!


Viva Xaverian,


Keep the Spirit High.


Salam,


Pak Tom


(RBM. Sutartomo)



Jumat, 25 Juli 2008

Wisata Alam PALAXSA SMA Xaverius 1 Palembang




































































Pada tanggal 23 Juni - 5 Juli 2008 Palaxsa SMA Xaverius 1 Palembang mengadakan kegiatan berwisata alam , caving, rafting dan climbing.












Rombongan terdiri dari:












Pendamping Pembina:












1. Bp. Eka Ristiana (Pak Eka)












2. Bp. RBM. Sutartomo (Pak Tom)
























Anggota:












1. Cecil












2. Tanti












3. Monik












4. Leni












5. Theo












6. Seto












7. Budi
























Kegiatan-kegiatan:












1. Rafting di Sungai Serayu , Banjarnegara, Jateng.












2. Wisata Alam di Pegunungan Dieng, Jateng.












Parang Tritis Beach












3. Climbing ke Gunung Lawu, pebatasan Jateng - Jatim.












4. Bonbin Gembira Loka, menengok nenek moyang hehehe...












5. Caving.....Batal , karena ada kendala peralatan.












6. Jogya Fun.






















RBM. Sutartomo











to_ro03@yahoo.co.id

SMA Xaverius 1 Palembang...Quo Vadis ?

SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG, QUO VADIS…?

Tahun 2009 SMA Xaverius 1 Palembang telah memasuki usia 58 tahun, usia lebih dari setengah abad. Sungguh perjalanan yang cukup panjang dan penuh dengan liku-liku dinamika kehidupan di dunia pendidikan. Sejak didirika oleh pastor L.F.J. Nienhuis (Frater/Pastor Monfort, SCJ.) pada tanggal 15 Juli 1951 berdiri SMA Xaverius dengan tujuan “Pro Ecclesia et Patria” = “Untuk Gereja dan Negara”
Dimulai dengan 1 kelas dengan murid perdana sebagai berikut:
1. Charlotte Marie Sleebas2. Pieter Tan3. Norbertus Aloysius da Graca 4. David Eduardus Tif5. Johan Muda Siahaan6. Partomuan Siahaan7. Frans Tamba8. Zainal Abidin9. Max Karundeng10. Willy Karundeng11. R. Abdurrachman12. Ong Ek Wie13. Davy Hutabarat14. Picie Liem15. Sjaiful Azhar16. Salahat17. Soedjono18. Halimah Madian19. Ronald Hoop20. Noerhajati21. R. Machmud Badaruddin22. Talina Rivai23. A. Firdaus24. Sofian25. Suseno26. Subroto27. Dentiria Dawana Hutabarat28. Sindik Hutabarat29. Jenny Maro30. Fati Rusmiati31. Lucia Lim32. Agus Kerudengan dewan guru :
1) L. F. J. Nienhuis (merangkap kepala sekolah);2) J. B. Dierselhuis;3) W. G. Lap;4) Rasjid;5) Sumartono;6) Tjioe Tjeng Hok;7) Toruan;8) Wentholt;9) Liefvoort H.V.D.;10) Bambang Utomo;11) J. H. Soudant.
Berbagai perkembangan dengan prestasi-prestasinya SMA Xaverius 1 Palembang mulai dikenal di masyarakat dan mulai dikategorikan sebagai sekolah favourite di Palembang, Sumatera Selatan, Nasional, bahkan akhirnya ke Tingkat Internasional.
Tingkat Nasional dimulai dari nama-nama sebagai berikut:
1) Pribadi Wiranda Busro, finalis bidang Ilmu Pengetahuan Alam LKIR LIPI TVRI XXI Tingkat Nasional tahun 1989;
2) Posma Budianto, juara II dan Puji Hastuti, juara III Lomba Mengarang Sejarah Tingkat Nasional dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional tahun 1990;
3) Stevanus Andhika Sutejo, finalis bidang Teknologi LKIR LIPI TVRI XXIII tingkat Nasional tahun 1991; dan
4) Aprilia, Pelajar Teladan 1991 yang mewakili Provinsi Sumatera Selatan ke tingkat Nasional.

Kemudian Siswa-siswi SMA Xaverius 1 Palembang mulai menapaki prestasi-prestasi di ajang nasional. ( Lihat Buku 50 Tahun SMA Xaverius 1 Palembang)

Tingkat Internasional dimulai dengan nama-nama sebagai berikut:
1. Herry : Wakil Indonesia dalam IphO (Internationa Physics Olympiade) tahun 1994 di Australia meraih “Honorable Mention”.
2. Hendra (Hendra Kwee) meraih “Honorable Mention” dalam Ipho di Canada tahun 1997. (Mulai tahun 2008 sebagai Ketua Tim Olimpiade Fisika Internasional, Indonesia menggantikan Yohanes Surya).
3. Yudistira Virgus, meraih Medali Emas Olimpiade Fisika Internasional di Taiwan tahun 2003.
4. Ali Sucipto, meraih Medali Emas Olimpiade Fisika Internasional di Pohang, Korea Selatan tahun 2004.


DATA PRESTASI SISWA
SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG
Nasional dan Internasional
Tahun 1987 -2006

NO.
NAMA SISWA dan KEGIATAN
JUARA
TINGKAT
1.
Pribadi Wiranda Busra, LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) Nasional LIPI dan TVRI tahun 1989
Finalis Bidang IPA
Nasional
2.
Posma Budianto, Lomba Mengarang Sejarah dalam Rangka Hari Kebangkitan Nasional 1990
Juara II
Nasional
3.
Puji Hastuti, Lomba Mengarang Sejarah dalam Rangka Hari Kebangkitan Nasional 1990
Juara III
Nasional
4.
Stefanus Andhika Sutejo, LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) Nasional LIPI dan TVRI tahun 1991
Finalis Bidang Teknologi
Nasional
5.
Aprilia, Pelajar Teladan 1991
Mewakili Sumatera Selatan
Nasional
6.
Herry, Wakil Indonesia dalam IphO (Internasinal Physics Olympiade) tahun 1994 di Australia.
Wakil Indonesia Honorable Mention
Internasional
7.
Hendra, Wakil Indonesia dalam IphO (Internasinal Physics Olympiade) tahun 1997 di Canada.
Wakil Indonesia Honorable Mention
Internasional
8.
Alexander Tanzil, Seleksi IphO (Internasional Physics Olympiade)
Peringkat ke-12
Nasional
9.
Alexander Tanzil, Harry Lesmana, Yudistira, Kompetisi Matematika Fisika di Universitas Parahyangan Bandung tahun 2002
Juara II
Nasional
10.
Yudistira Virgus, Olympiade Fisika Nasional di Denpasar Bali Juli 2002
Peserta Terbaik
Nasional
11.
Joni, Lomba Mengarang Bank Mandiri tahun 2003.
Juara I
Nasional
12.
Yudistira Virgus, Olympiade Fisika Internasional di Taiwan tahun 2003.
Peraih Medali Perunggu
Internasional
13.
Yudistira Virgus, Olympiade Fisika Asia ke-4 di Bangkok, Thailand tahun 2003.
Peraih Medali Emas
Asia
14.
Yudistira Virgus, IphO (Internasional Physics Olympiade) di Pohang, Korea Selatan, Juli 2004.
Peraih Medali Emas
Internasional
15.
Ali Sucipto, Olympiade Fisika Asia di Vietnam, Tahun 2004.
Peraih Honorable Mention
Asia
16.
Ali Sucipto, IphO (Internasional Physics Olympiade) di Pohang, Korea Selatan, Juli 2004.
Peraih Honorable Mention
Internasional
17.
Chandra William, Olimpiade Sains di Balikpapan, 2004.
Mehali Perunggu
Nasional
18.
Ade Hartawan Johan, Seleksi olimpiade Fisika, di Riau, 2004
Seleksi 30 Besar
Nasional
19.
Yat Michel Erdiansyah, Olrmpiade Sains di Riau, 2004.
Medali Perunggu
Nasional
20.
Setiawan Masuki, Olimpiade Sains Astronomi di Bandung, 2004.
Medali Perak
Nasional
21.
Edy Kurniawan, Olimpiade Sains Biologi di di Riau, 2004.
Seleksi
Nasional
22.
Ade Hartawan Johan. Olimpiade Sains Fisika, Pelatihan di Tangerang, 2005.
Medali Perunggu
Nasional
23.
Yudistira Mulyadi, Seleksi Pelatihan Nasional Matematika ke Malaysia dan Meksiko. 2005
Pelatihan/Seleksi
Nasional
24.
Yat Michel Erdiyansyah, Seleksi olimpiade sains Matematika di Jakarta, 2005.
Seleksi 30 Besar
Nasional
25.
Ricky Nilam, Olimpiade Sains Nasional di Depok, 2005.
Medali Perak
Nasional
26.
Setiawan Masuki, Olimpiade Sains Astronomi di Jakarta, 2005.
Medali Perak
Nasional
27.
Ary Septian, Olimpiade Ilmu Sosial di Universitas Indonesia Jakarta, 2005.
Juara I
Juara Umum
Nasional
28.
Febry Ingke, Henny Octavia, B. Dyah Tejaresmi P., Olimpiade Ilmu Sosial di Universitas Indonesia, 2006.
Juara II
Medali Emas untuk Presentasi
Medali Perunggu untuk Analisis
Nasional
29.
Rudi Sutanto, Olimpiade Fisika di Semarang. 2006
Seleksi 30 Besar
Nasional
30.
Febrina, Olimpiade Astronomi di Semarang, 2006.
Seleksi 30 Besar
Nasional
31.
Jesica Carolina, Olimpiade Biologi di Semarang, 2006.
Seleksi 30 Besar
Nasional
32.






Inilah sebagian Prestasi yang pernah diraih SMA Xaverius 1 Palembang yang mendapat simpati di masyarakat sebagai sekolah yang menjunjung tinggi keunggulan yang diambil dari segi :
Akademis
Disiplin
Sosialitas
Semoga 3 (tiga) hal tersebut merupakan dasar yang kuat untuk tetap mempertahankan keunggulannya, selain “Iman dan Spiritual” dalam mengarungi era glabalisasi yang semakin kompetitif ini.

Sampai tahun 2008 ini SMA Xaverius 1 Palembang telah memiliki 9 (sembilan) orang Kepala Sekolah, yaitu:
Pastor L.J.F. Nienhuis , SCJ. (Monford, SCJ.) (1951 – 1956)
Pastor J.J.M. Goeman, SCJ. ( 1956 – 1961 )
Drs. F.S. Bandiman (1961 –1966 )
N.M. Soenarli, B.A. ( 1967 – 1972 )
Drs. T. Soedadi ( 1972 –1987 )
A.K. Kinardi, B.Sc. ( 1987 – 1991 )
Y. Sitohang, B.A. ( 1991 – 2001 )
Drs. I. Sukendro ( 2001 – 2006 )
Drs. Y. Susilo ( 2006 – sekarang )

Sejak tahun 2007 SMA Xaverius 1 Palembang sudah mencoba memulai kelas Rintisan Berbasis Internasional (SRBI). Walau hanya satu kelas per angkatan, tapi merupakan terobosan baru dalam mengikuti era globalisasi ini. Hal ini tentu tak terlepas dari positif dan negatifnya, sebab kita harus tetap berani melangkah, apabila tidahak mau semakin ketinggalan dengan yang lainnya yang semakin mengglobal.

Tahun 2011 nanti SMA Xaverius 1 Palembang akan genap berumur 60 tahun. Nah akan dibawa kemanakah nanti? Quo Vadis?


RBM. Sutartomo
Palembang, 2007