
Ketika menonton TV dalam acara "Jejak Petualangan" tentang Rafting, penulis jadi ingat akhir Juni 2008 yang lalu mendampingi PALAXSA SMA Xaverius 1 Palembang. Rafting atau "Arung Jeram" memang Olah Raga yang mengasyikkan bagi para pecinta alam, atau kegiatan yang membahayakan bagi kaum awam yang kurang/tidak mempunai bakat petualangan yang menantang. Alam memang indah bila dinikmati, asyik untuk disusuri, nikmat untuk dirasakan, sambil menikmati indahnya dan ganasnya alam ciptaan Tuhan.
Anggota Palaxsa waktu itu yang ikut boleh dikatakan Pemula dan baru satu kali akan mengikuti arung jeram/rafting ini. maka setelah mendapat pengarahan singkat dari instruktur Rafting dan sedikit melakukan peregangan atau pemanasan badan, mulailah memasuki perahu karet yang telah disediakan. Setelah latihan mendayung secara singkat (walau
tidak bisa mendayung), maka perahu didayung diputaran tempat Start di Sungai Serayu, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kemudian dilatih simulasi kalau perahu terbalik dan bagaimana menyelamatkan diri dan membalik kembali perahu yang terbalik (Hehehe..bahasanya gimana Nih?). Entah sudah jelas atau belum anggota Palaxsa mengangguk-angguk tanda sudah mengerti. Tapi ketika perahu dibalikkan eeh banak yang gelagapan dan kalang kabut, bahkan ada yang panik karena tak bisa berenang (Hehehe...tak sadar, padahal pakai pelampung, tapi yang namanya panik, mana kepikiran?). Asyyik ketika perahu dikayuh melalui jeram-jeram, walau musim kemarau tapi justru batu-batu sungai bertonjolan menghalangi jalannya perahu karet. Bahkan perlu digoyang-goyang untuk melepaskan diri dari jebakan batu-batu tersebut. Turun dari arus jeram harus waspada, sebab salah posisi dan kayuhan perahu bisa
terbalik dan batu-batu sungai atau karang tebing sungai siap menerima tubuh-tubuh kita. Arus sungai di jeram tidak mudah dilawan atau dikendalikan begitu saja dan jangan dibandingkan di air arus yang tenang.
Simulasi hanyutpun dicoba, dengan posisi kaki dimuka untuk menghindari benturan-benturan batu-batu di sungai. tapi tidaklah semudah teorinya, karena arus air sungai yang deras akan membalikkan posisi kita secara tiba-tiba dan kita harus waspada, karena kepala yang akan terbentur batu sungai. Apalagi tiba-tiba arus membawa tubuh kita tenggelam dan siap-siap saja meneguk segarnya air sungai hahaha.......!
Saat itu penulis mengalami, dan hidungpun tersedak air sungai sampai muka merah dan tersengal-sengal , sehingga penulis dikatakan takut dan kecapekan dalam simulasi menghanyutkan diri. Hahaha...siapa yang tidak akan
tersedak dan muka jadi merah kalau hidung kemasukan air. Enjoy aja....terserah untuk yang melihat dan menilainya.
Asyiik, walaupun dalam kegiatan tersebut dibumbui ceritera yang menakutkan, yaitu para korban Arung Jeram yang hanyut atau hilang yang akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas.
Pengalaman yang mahal dan indah, karena tak dapat dibeli tetapi harus dilakukan dan dialami sendiri. Betapa asyik dan indahnya menyatu dengan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Kegiatan Rafting diantaranya.
Kegiatan Rafting/Arung Jeram ini memerlukan:
- Kesehatan fisik
- Kesiapan mental
- Pengetahuan tentang mendayung
- Pengetahuan tentang karakter arus atau jeram
- Menikmati untuk bersatu dengan alam dengan segala keindahannya
- Perahu karet yang standar
- Perangkat keselamatan yang standar
- dan sebagainya
Walau orang Palembang ada yang mengatakan: " Kegiatan katek gawe...", tapi asyiiik kan!
Hidup Palaxsa...!
Salam Rimba...!
RBM. Sutartomo
(Pak Tom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar