Rabu, 06 Agustus 2008

Puncak Lawu bersama PALAXSA



Ketika kumenatap awan di bawah depanku di ketinggiaan puncak Gunung Lawu, Jawa Tengah, terasa diriku sangat kecil dan kecil sekali.

Aku tidak lebih besar dari debu di alam jagad raya ini........


Tanggal 29 Juni 2008 Anggota Palaxsa berangkat dari yogya menuju ke Tawangmangu untuk mendaki Gunung Lawu yang terdiri dari:

1. Pembina Palaxsa: Pak Eka Ris yang didampingi oleh Pak Tom.

2. Anggota Palaxsa: Budi, Theo,Seto, Cecil, Monik,Leni,Tanti.

3. Pendamping dari Mapasadha: Kak Pecek, Kak Lastro, Kak Wi, Kak Sempal.

ikut serta Kak Muji yang kami temui saat naik bus dari Yogya menuju Solo.


Setelah mengisi amunisi perut di Tawangmangu, kami menuju ke CemoroKandang sebagai awal pendakian ke puncak Gunung Lawu.

Pukul 22.00 kami mulai mengawali perjalanan mendaki Gunung Lawu dengan disertai hawa dingin yang menusuk walau kami sudah memakai pakaian penghangat. Awal perjalanan yang melelahkan dirasakan, tetapi harus dilaksanakan...menapak kaki diketerjalan jalan dengan napas memburu...Menembus kegelapan malam dengan lampu senter...Pos pertama telah dilalui....berpose....suasana masih ceria.....

Ketika sampai Pos ke dua....disepakati untuk istirahat dan mendirikan tenda....setelah makan semua terlelap tidur... Menjelang subuh Pak Eka bangun dan disusul pak Tom...sementara lainnya masih terlelap... Pak Eka banyak mengabadikan pagi yang cerah itu dengan cameranya, sementara pak Tom jalan-jalan dalam hawa dingin yang masih menusuk tulang sumsum.

Setelah sarapan, perjalanan diteruskan dan sampai pos ke tiga belum ada masalah walau harus berjalan di sisi tebing dan jurang. Siang sudah menjelang diantara napas dan keringat perjalanan berlanjut dengan pelan. route ke pos empat mulai berliku-liku atau ngetrek (menanjak) kalau mau ambil jalan pintas.

Di pos empat yang sering disebut Pasar Bubar, istirahat dan disitu tanda tempat dimakamkan beberapa para pendaki yang meninggal di gunung Lawu. Di tempat ini pemandangan cukup indah untuk diabadikan.

Akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju pos lima, agak enak routenya, tetapi begitu menuju ke puncak Hargo Dumiling atau tiang Trianggulasi, jalan sangat ngetrek (menanjak curam) . hampir semua ngos-ngosan untuk route ini, terlebih Tanti, Leni, Monik , ditemani Seto dan disemangati Pak Tom dan pak Eka yang begitu berat menapaki route ini setapak demi setapak dilalui dengan 
pelan tapi pasti. Hehehe.....
Akhirnya semua rombongan berhasil sampai puncak tertinggi Gunung Lawu, berpose menjelang Sunset tiba sambil menikmati Mie Instan yang disuguhkan team konsumsi hehehe...

Karena cuaca mulai gelap, kami turun dengan route lain menuju route ke Cemoro Sewu.  jalan curam dituruni dengan hati-hati. Lampu senter mulai berkurang, maka samil bertatih-tatih sampailah kami di mata air Kyai...(?) dan disinilah kami beristirahat dicerukan tebing sambil mempersiapkan makan malam. Tapi saya tidak punya selera sama sekali untuk makan, kebetulan ada kakek2 penjual minuman , maka saya pesan kopi susu dan cappucino 2 porsi gelas. Lumayan untuk pemanas badan dan ganjal perut. Angin dingin menyusup ke sela-sela tubuh brrrr dingin sekali..Kami tidur berdesakan dalam cerukan tersebut.  Entah enak atau tidak yang dinikmati untuk istirahat tidur, walau sering tertimpa anggota badan dari siapa saja yang ada didekatnya.

Menjelang pagi pak Eka bangun untuk mengabadikan Sunrice disusul Budi dan lainnya, tapi kebanyakan masih banyak anggota yang tetap memilih mendekam dalam cerukan karena udara yang dingin terus menghantam. hiiiyyy...dingiin...

Setelah selesai sarapan (kembul bujana) lumayan untuk isi perut, karena dari kemarin siang cuma mie instan saja untuk rame-rame, maka perjalanan turun dilanjutkan. Sambil terus memberi semangat, perjalanan turun tanpa ada kendala, kecuali kelelahan yang amat sangat.
Lapaaar...itu mungkin seruan semua perut anggota rombongan. Hahaha......

Sambil menunggu mobil yang sudah dipesan untuk menjemput di Cemoro Sewu, kami semua istirahat sambil bersih-bersih diri di toilet masjid. Akhirnya mobil datang juga untuk membawa kami ke Tawangmangu dan disana kami makan bersama di warung makan. Lahaap nian....!
Yeeeaaah....sore hari kami baru turun dari Tawangmangu menuju ke kota solo dengan menumpang bus terakhir. diperjalanan anggota sempat mencoba mengamen di Bus dan Cecil yang bertugas meminta uang dari para penumpang. (Dapat berapa Cecil?)

Dari Solo kami pindah bus menuju ke Yogyakarta, tapi saya turun di Kartosuro untuk istirahat dan mampir ke rumah dan kampung halaman yang tercinta.

Terima kasih Tuhan!
 
RBM. Sutartomo (Pak Tom)

Tidak ada komentar: