
SMA Xaverius 1 Palembang awalnya tidak mempunyai kegiatan Ekstrakurikuler sebanyak seperti sekarang ini. Pecinta Alam embrionya dari Ekskul Pramuka dan PMR (Palang Merah Remaja), sebab kedua Ekskul ini selain memberikan materi sesuai dengan dasar dan tujuan kegiatannya, juga memasukkan unsur mencintai alam, dengan pelatihan tali temali untuk
kegiatan pecinta alam, seperti: merayap dan meluncur tali, menyeberangi rawa-rawa, naik bukit atau gunung, dan sebagainya. Bahkan memasukkan unsur Science dengan mengadakan kegiatan Perkemahan Ganesha untuk penelitian baik bidang IPA maupun IPS. Setelah muncul Ekskul KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) juga kami rangkul kelompok ini untuk ikut dalam kegiatan Perkemahan Ganesha tersebut.
Ketika Bapak Alex Prabu mengutarakan idenya untuk mendirikan Ekskul pada saya, maka sayapun setuju saja dan minta pada pak Alex untuk mengusulkan kepada Bapak Kepala Sekolah waktu itu Bapak AK. Kinardi (Alm.) , beliau sangat demokratis dan menyetujui ide tersebut asal dikelola dengan sungguh-sungguh. Pak Alex kemudian mengajak saya dan guru-guru lain diantaranya Bapak Kasdi Haryanta, Bavo Manon Nugroho dan Bapak Grahito untuk membina Ekskul Pencinta Alam yang baru ini.
Dari sinilah akhirnya muncul Ekskul Pecinta Alam dengan nama "Palaxsa" = Pecinta Alam Xaverius Satu (tahun 1991).
Setelah menjalani berbagai pengetahuan tentang pecinta alam, maka kelompok pertama Palaxsa ini mengadakan orientasi ke Gunung Kaba, Curup, Bengkulu dengan anggota lebih dari 40 siswa-siswi. Waktu itu Gunung Kaba tidak seperti sekarang ini yang mobil-pun bisa naik sampai puncak.
Kawah mati ada di bawah dari kawah baru yang ter bentuk di atasnya yang berupa letupan-letupan yang membentuk beberapa kerucut. Selama perjalanan naik dan turun Gunung Kaba juga dijelaskan dan ditunjukkan tentang orientasi alam, misalnya mengenal tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan atau diminum pada waktu survival.
Selain itu juga mengadakan kegiatan Lintas Alam untuk mengetahui medan dan bagaimana cara mengatasinya, entah itu di medan rawa-rawa, sungai, tebing, hutan dan sebagainya. Hal ini dilakukan selain sebagai pecinta alam, juga untuk mengikuti Lomba-lomba Lintas Alam yang diselenggarakan oleh Kelompok/ group-group Pecinta Alam.
Pada masa Kepimpinan Bapak Bavo Manon Nugroho saya diminta untuk mendampingi Orientasi di Daerah Perkebunan karet Musi Landas atau Melania ke arah jalan menuju Jambi. Orientasi kegiatan ini untuk pengenalan lintas alam pada malam hari dengan mengikuti medan yang diberikan tantangan-tantangan alam. Dalam perkemahan ini kami diserbu nyamuk-nyamuk yang kebal obat nyamuk, sebab justru nyamuk-nyamuk malah bertengger/hinggap di dekat obat nyamuk bakar, bahkan obat nyamuk oles-pun tidak mempan. Kebetulan saya ditempatkan menjaga pos di tepi rawa ditengah-tengah rerimbunan alang-alang yang tinggi. " Penyiksaan..." nih..... Bayangkan selain nyamuk-nyamuk, juga diwaspadai ular-ular yang lewat tanpa permisi... Hahaha....
Wah....sekian dulu deh ceritanya. Lain kali disambung lagi.
Ini sebagian dari pengalaman saya dalam mengikuti kegiatan Palaxsa.
RBM. Sutartomo
Palembang, 9 Okt 08

1 komentar:
Pak Tom, tanggal resmi pendirian palaxsa dihitung sejak kapan?
Saya (Pak Eka) sudah coba cari info data foto saat masih dipegang Bavo 16 Okt(?)Soalnya dulu dirayakan, tapi sejak kepemimpinan Pak Sitohang tidak diizinkan lagi. Celakanya banyak posting nyasar nanyain kapan palaxsa ultah? Dokumen resmi/ asli pembentukannya apa?
Posting Komentar